Sepenggal keunikan Bahasa Mania
“MAN MODEL SORONG”
Kebiasaan sejak tau
yang namanya ngefacebook, tiap bangun tidur meski face masih ngantuk bingung
nyari Hp di sekitar tempat tidur yang tujuannya hanya inigin melihat
pemberitahuan yang ada dari status-status yang ku buat. Meski lola (loading
lama) tetap saja setia menunggu akunnya terbuka^^ “yup… ini dia yang di
tunggu-tunggu” gumamku ketika melihat tujuh peberitahuan dan salah satunya
adalah statusku ada yang mengomentari, seketika face yang tadinya masih ngantuk
kini menjadi sumringah. “Hmmm…. Siapa yang komen yaa” penasaran dengan siapa
teman facebook yang mengomentari, tak perlu lama-lama berdiam diri mematung
memandangi layar Hp segera ku baca akun yang membatku penasaran. Semakin
terbelalak mata ku setelah melihat secara seksama namanya, belum ku buka status
yang ku buat kemarin lantaran masih tak percaya kalau dia yang mengomentari.
“tumben dia ngomen, berarti semalam dia lagi OL yaa” batin ku bergumam. Ibu
jari ku langsung ku arahkan ke tuts tengah Hp memencet agar dapat terbaca tapi
harus menunggu loading dulu….. “Betul betul memory yang Insya Allah tidak akan
terlupakan” seperti itulah bunyi statusku yang di komennya semalam namun baru
ku buka pagi ini. Oh yaa ternyata ada dua akun yang mengomenteri statusku.
“pasti pertemuan kita yang dulu t0oo :p “ dan ini lah bunyi komentnya, sontak
diriku terhenyak ketika membaca komentnya tanpa banyak kata langsung kembali ku
balas komentarnya “Sssttt…. Bungkam soal itu ! heheee kalau soal itu sy tidak
lupa, tapi kali ini laen” setelah ku tulis balasanku segara kukirim meski
terlambat pengirimannya namun ku berharap dia akan membacanya. Agar dirinya tau
bahwa sebenarnya memang moment tempo hari saya tidak pernah lupa.
Hmmm… terkait dengan
status tersebut sebenarnya bukan ku
tujukan pada moment pertemuan sy dengan
dirinya melainkan tentang kisah sahabat-sahabatku ketika kami menduduki bangku
MAN. Semalam kebiasaan tidur larut tiba-tiba Salma mengingatkan hal-hal yang
lucu-lucu yang kami alami bersama teman-teman kelas Bahasa. Kembali mengingat
moment yang Insya Allah tidak akan terlupakan. Keunikan karakter teman-teman
sewaktu dulu yang membuat kami tidak bisa lupa akan mereka, terlebih si Erpin
dan Fadhlia, kedua sahabat kami ini memang yang memberi warna pada saat kami
sekolah dulu. Meski dulu jumlah siswa kelas bahasa yang paling minim diantara
kelas-kelas yang lain tetapi itu tidak menjadi sebuah masalah buat kami malahan
kami merasa senang karena suasana belajarnya lebih efektif, penuh dengan
kedamaian dan kekompakan. Tidak hanya itu banyak guru yang sangat senang ketika
mengajar di kelas kami. Masih ingat betul dulu kami barjumlah hanya 18 siswa.
Memang sepanjang sejarah dari tahun ke tahun kelas bahasa paling sedikit
penghuninya ntah mengapa bisa demikian alasannya mungkin banyak yang kurang
suka dengan pelajaran bahasa arab, banyak hafalan dan banyak alasanlah… sehigga
membuat mereka lebih memilih kelas IPA dan IPS. Sedikit karakter tentang
personil Bahasa mania. Erpin; pria bersuku
bugis yang asal namanya diambil dari kampong kedua orang tuanya Enrekang dan
Pinrang, makanya namanya disingkat menjadi Erpin :D heheee… unik kann ? teman
yang satu ini orangnya sangat humoris ada saja tingkahnya yang sering membuat
kami terpingkal-pingkal hingga kami lupa diri jika sudah bersama dia, tidak
hanya itu si Fadhlia salah seorang sahabat kami paling cocok dahh.. kalau sudah
ikut nimbrung karakternya dengan Erpin tidak jauh berbeda hanya saja yang
membuat Fadhlia lebih unik daripada Erpin adalah Fadhlia anaknya sediki telmi
^^ Xi..xi.. telat mikir maksunya, udah githuu lama nyambungnya. Meski demikian
dia anaknya tidak gampang tersinggung, Fadhlia memiliki karakter yang
super-duper penuh dengn keceriaan, jarang dia menunjukkan sikap marahnya pada
kami jika memang kami punya salah.
Bahkan mungkin jika sesekali ia marah namun Ekspresi facenya itu tidak
mendukung banget kalaw dia sedang marah, :D Hehee.. dan disitulah letak
kesenangan kami jika sudah berkumpul bersama-sama. Satu lagi teman kami yang
memberi warna dalam kelas Bahasa, Abuhari manuama, anak-anak sering
memanggilnya Abu, tapi lain halnya dengan diriku. Aku suka memanggilnya dengan
sebutan Pangeran Babo. Abu anak asli putra papua yang berdomisili di teluk
bintuni (babo). Teman yang ini memiliki karakter yang juga cukup unik. Sering
kali ia berbeda pendat sama erpin dan jika sudah demikian “Waduuhhh… siap-siaplah
kita (bahasa mania) perut akan terkocok ^^ Xi..xi.. perang suku dimulaii antara
Bugis VS Babo, ejekan demi ejekan mereka lontarkan, saling memprtahankan kelebihan
suku-masing ditambah dengan suaranya Abu yang sngat Khas jika sudah berteriak tak
bisa kami mendengarya karna tak tahan dengan keunikan suaranya. ^_^ SANGAT UNIK.
Hmm… yang ini juga tidak kalah uniknya, personil bahasa yang awalnya asing bagi
kami karna dia adalah siswa pindahan, Muh. Alif. Masih ingat betul bagaimana
pertama kali ia menjadi anak baru dikelas kami. Masih pemalu dan sampai
sekarang pun sifatnya yang ini tidak
berubah. Alif menambah warna dalam kelas bahasa dengan logat makassarnya yang
sangat kental dan jika di dengar membuat kami cekikikan apalagi si salma, :D
tak bisa menahan diri untuk tidak memperlihatkan giginya. “siapa nama ta’?’’
awal penyesuaian diri untuk Alif dengan berinteraksi pada kami dengan
menggunakan dialek makassarnya… mungkin sebagian dari kami ada yang merasa lucu
dengan dialeknya Alif sehingga mereka tertawa stiap kali berinteraksi dengannya
dan disitulah keunikan Alif. Oh yaa satu lagi penghuni Bahasa yang memiliki
keunikan superrr menyebalkan yaitu suka berdandan dengan polesan bedak yang
bermerek ‘Pixi’ setebal 5 cm mungkin..! Amelia latif, si gadis buton begitulah
kami sering memanggilnya. Huufftt… si gadis buton yang kadang juga membuat kami
rindu jika dia tidak masuk sekolah. Satu hal yang membuat kelas bising karena
kecerewetan sang gadis Buton^^ Xi..xi.. namun cerewetnya bersifat menghibur.
Dan inilah warna yang ia goreskan. Tak lupa pula teman kami yang notabennya
adalah penghuni Bahasa juga. Kamaruddin, sosok pria berdarah Buton sekampung
dengan Amel :D Heheee… hmm… keunikan yang dia miliki dia orangnya Religiuss
menjadi penasehat dalam kelas. Sedikt banyak karakter Kamaruddin dan Alif tidak
jauh berbedlah^_^ hanya saja kamaruddin anaknya lebih cenderung humoris tidak
kaku seperti Alif. Hmm… tak terlupakan ada juga gadis Babo. Radya Nauri
namanya, masih ada hubungn keluarga dengan Abuhari. Rdaya yang saat ini tengh
melanjutkan Study di kota Medan yang mendapat program beasiswa dari salah satu
OKP yang ada di Indonesia. Juga memberi warna saat menduduki kelas bahasa dulu.
Radya yang imut sering kami menggodanya dengan sebutan ‘Aisyah’ ^_^masih ingat
dengan film ‘’Ayat-ayat Cinta” pemeran tokoh Aisyah di dalam film tersebut, Erpinlah
yang pertma kali memangilnya dengan sebutan Aisyah, sebutan yang tidak lain
adalah merupakan sebuah ejekan bagi Radya dan kami pun turut serta dalam
pengejekan tersebut hingga kini karena. Meskipun terkadang Radya sempat jengkel
dengan sebutan itu karena merasa dirinya bukanlah Gadis mesir :D namun lama
kelamaan kebal juga di telinga Radya dan menjadi akrab di telinga kami. Erpin
memang anak yang paling suka Iseng dan jahil di sekolah dan yang sering menjadi
korban kejahilannya adala Aisyah alias Radya Bin Gadis Baboo. ^_^ unik kan
nama’nya?? selain Radya yang sering di gangguin Erpin masih ada lagi teman kami
yang menjadi korban ke isengan Si Bulat Erpin. Yaitu Nani Iwayan… masih
teringat jelas Nani sang Gadis Bali. Nani anaknya agak sedikit tertutup dengan
kami, tidk seprti teman-teman yang lainnya penuh dengan suka cita dan
kegembiraan. Nani anaknya rada-rada Cuek dan jarang bergaul dengan teman-tema
berbeda dengan Radya meskipun sering di ejek tapi Dia tetap senang bermain
dengan kami. Tapi sebaliknya dengan Nani, anaknya gampang tersinggung makanya
kalau lagi sedang ngumpul-ngumpul lalu pas ada dirinya sebaiknya harus
hati-hati dalam berkata meski sebenarnya bukan maksud menceritakan dirinya.
Sebenarnya Nani kalau di perhatikan dia termasuk gadis yang sanga cantik Cuma
karna dia jarang tersenyum saja makanya Anak-anak di kelas suka bilang Dia
‘muka tembok’. namun walaupun Nani orangnya seperti itu tetapi kami tetap
sayang sama Dia ^_^
Sebenarnya masih
banyak teman yang belum ku ceritakan secara menyeluruh… masih ada sekitar 9
orang (diriku tdk termasuk) diantaranya ada Ria Fajri, Dian, Lela Reza, Nurlyn,
Iriyani, Firih Ruaidad, Salma Bugis, & Afrida fitriani. 18 penghuni yang
pada tanggal 23 juni 2010 telah menyusuri masa depan dan senantiasa akan meraih
Cita dan Cinta. Masing-masing dari kami telah berpencar demi merajut impian.
Abuhari yang sekarang melanjutkan Studinya di kota Daeng (Makassar), Radya Imut
sama halnya dengan Abu namun Radya agak sdikit jauh terdamparnya di Medan
(Sumatra), Erpin meskipun tetap di Sorong namun kami jarang bertemu. Erpin
& nurlyn kompak melanjukan studi UNAMIN SORONG,lain halnya dengan Ria yang
saat ini di AKPER SORONG Ria calon Bidan sedangkan Dian dan Fitrih calon guru
Agama mereka berdua melanjutkan studi di STAIN SORONGeka, Alif & kamaruddin
hanya mereka berdua yang tidak berkuliah mereka lebih memilih untuk bekerja membantu
perekonomian keluarga
Sabtu, 2 April
20011
Alif, Abuhri, Erpin, Komaruddin, Afrida, Radiya, Nani, Dyan, Lyn, Ria, Lela, Eka, Fadlia, Fitrih, Amelia, Iriani, Salma.
Kangenn kaliaan semuaa oooo' ^_^