Sabtu, 02 Februari 2013

Kelas Bahasa



Sepenggal keunikan Bahasa Mania
“MAN MODEL SORONG”

Kebiasaan sejak tau yang namanya ngefacebook, tiap bangun tidur meski face masih ngantuk bingung nyari Hp di sekitar tempat tidur yang tujuannya hanya inigin melihat pemberitahuan yang ada dari status-status yang ku buat. Meski lola (loading lama) tetap saja setia menunggu akunnya terbuka^^ “yup… ini dia yang di tunggu-tunggu” gumamku ketika melihat tujuh peberitahuan dan salah satunya adalah statusku ada yang mengomentari, seketika face yang tadinya masih ngantuk kini menjadi sumringah. “Hmmm…. Siapa yang komen yaa” penasaran dengan siapa teman facebook yang mengomentari, tak perlu lama-lama berdiam diri mematung memandangi layar Hp segera ku baca akun yang membatku penasaran. Semakin terbelalak mata ku setelah melihat secara seksama namanya, belum ku buka status yang ku buat kemarin lantaran masih tak percaya kalau dia yang mengomentari. “tumben dia ngomen, berarti semalam dia lagi OL yaa” batin ku bergumam. Ibu jari ku langsung ku arahkan ke tuts tengah Hp memencet agar dapat terbaca tapi harus menunggu loading dulu….. “Betul betul memory yang Insya Allah tidak akan terlupakan” seperti itulah bunyi statusku yang di komennya semalam namun baru ku buka pagi ini. Oh yaa ternyata ada dua akun yang mengomenteri statusku. “pasti pertemuan kita yang dulu t0oo :p “ dan ini lah bunyi komentnya, sontak diriku terhenyak ketika membaca komentnya tanpa banyak kata langsung kembali ku balas komentarnya “Sssttt…. Bungkam soal itu ! heheee kalau soal itu sy tidak lupa, tapi kali ini laen” setelah ku tulis balasanku segara kukirim meski terlambat pengirimannya namun ku berharap dia akan membacanya. Agar dirinya tau bahwa sebenarnya memang moment tempo hari saya tidak pernah lupa. 
Hmmm… terkait dengan status tersebut sebenarnya bukan  ku tujukan  pada moment pertemuan sy dengan dirinya melainkan tentang kisah sahabat-sahabatku ketika kami menduduki bangku MAN. Semalam kebiasaan tidur larut tiba-tiba Salma mengingatkan hal-hal yang lucu-lucu yang kami alami bersama teman-teman kelas Bahasa. Kembali mengingat moment yang Insya Allah tidak akan terlupakan. Keunikan karakter teman-teman sewaktu dulu yang membuat kami tidak bisa lupa akan mereka, terlebih si Erpin dan Fadhlia, kedua sahabat kami ini memang yang memberi warna pada saat kami sekolah dulu. Meski dulu jumlah siswa kelas bahasa yang paling minim diantara kelas-kelas yang lain tetapi itu tidak menjadi sebuah masalah buat kami malahan kami merasa senang karena suasana belajarnya lebih efektif, penuh dengan kedamaian dan kekompakan. Tidak hanya itu banyak guru yang sangat senang ketika mengajar di kelas kami. Masih ingat betul dulu kami barjumlah hanya 18 siswa. Memang sepanjang sejarah dari tahun ke tahun kelas bahasa paling sedikit penghuninya ntah mengapa bisa demikian alasannya mungkin banyak yang kurang suka dengan pelajaran bahasa arab, banyak hafalan dan banyak alasanlah… sehigga membuat mereka lebih memilih kelas IPA dan IPS. Sedikit karakter tentang personil  Bahasa mania. Erpin; pria bersuku bugis yang asal namanya diambil dari kampong kedua orang tuanya Enrekang dan Pinrang, makanya namanya disingkat menjadi Erpin :D heheee… unik kann ? teman yang satu ini orangnya sangat humoris ada saja tingkahnya yang sering membuat kami terpingkal-pingkal hingga kami lupa diri jika sudah bersama dia, tidak hanya itu si Fadhlia salah seorang sahabat kami paling cocok dahh.. kalau sudah ikut nimbrung karakternya dengan Erpin tidak jauh berbeda hanya saja yang membuat Fadhlia lebih unik daripada Erpin adalah Fadhlia anaknya sediki telmi ^^ Xi..xi.. telat mikir maksunya, udah githuu lama nyambungnya. Meski demikian dia anaknya tidak gampang tersinggung, Fadhlia memiliki karakter yang super-duper penuh dengn keceriaan, jarang dia menunjukkan sikap marahnya pada kami jika memang kami  punya salah. Bahkan mungkin jika sesekali ia marah namun Ekspresi facenya itu tidak mendukung banget kalaw dia sedang marah, :D Hehee.. dan disitulah letak kesenangan kami jika sudah berkumpul bersama-sama. Satu lagi teman kami yang memberi warna dalam kelas Bahasa, Abuhari manuama, anak-anak sering memanggilnya Abu, tapi lain halnya dengan diriku. Aku suka memanggilnya dengan sebutan Pangeran Babo. Abu anak asli putra papua yang berdomisili di teluk bintuni (babo). Teman yang ini memiliki karakter yang juga cukup unik. Sering kali ia berbeda pendat sama erpin dan jika sudah demikian “Waduuhhh… siap-siaplah kita (bahasa mania) perut akan terkocok ^^ Xi..xi.. perang suku dimulaii antara Bugis VS Babo, ejekan demi ejekan mereka lontarkan, saling memprtahankan kelebihan suku-masing ditambah dengan suaranya Abu yang sngat Khas jika sudah berteriak tak bisa kami mendengarya karna tak tahan dengan keunikan suaranya. ^_^ SANGAT UNIK. Hmm… yang ini juga tidak kalah uniknya, personil bahasa yang awalnya asing bagi kami karna dia adalah siswa pindahan, Muh. Alif. Masih ingat betul bagaimana pertama kali ia menjadi anak baru dikelas kami. Masih pemalu dan sampai sekarang  pun sifatnya yang ini tidak berubah. Alif menambah warna dalam kelas bahasa dengan logat makassarnya yang sangat kental dan jika di dengar membuat kami cekikikan apalagi si salma, :D tak bisa menahan diri untuk tidak memperlihatkan giginya. “siapa nama ta’?’’ awal penyesuaian diri untuk Alif dengan berinteraksi pada kami dengan menggunakan dialek makassarnya… mungkin sebagian dari kami ada yang merasa lucu dengan dialeknya Alif sehingga mereka tertawa stiap kali berinteraksi dengannya dan disitulah keunikan Alif. Oh yaa satu lagi penghuni Bahasa yang memiliki keunikan superrr menyebalkan yaitu suka berdandan dengan polesan bedak yang bermerek ‘Pixi’ setebal 5 cm mungkin..! Amelia latif, si gadis buton begitulah kami sering memanggilnya. Huufftt… si gadis buton yang kadang juga membuat kami rindu jika dia tidak masuk sekolah. Satu hal yang membuat kelas bising karena kecerewetan sang gadis Buton^^ Xi..xi.. namun cerewetnya bersifat menghibur. Dan inilah warna yang ia goreskan. Tak lupa pula teman kami yang notabennya adalah penghuni Bahasa juga. Kamaruddin, sosok pria berdarah Buton sekampung dengan Amel :D Heheee… hmm… keunikan yang dia miliki dia orangnya Religiuss menjadi penasehat dalam kelas. Sedikt banyak karakter Kamaruddin dan Alif tidak jauh berbedlah^_^ hanya saja kamaruddin anaknya lebih cenderung humoris tidak kaku seperti Alif. Hmm… tak terlupakan ada juga gadis Babo. Radya Nauri namanya, masih ada hubungn keluarga dengan Abuhari. Rdaya yang saat ini tengh melanjutkan Study di kota Medan yang mendapat program beasiswa dari salah satu OKP yang ada di Indonesia. Juga memberi warna saat menduduki kelas bahasa dulu. Radya yang imut sering kami menggodanya dengan sebutan ‘Aisyah’ ^_^masih ingat dengan film ‘’Ayat-ayat Cinta” pemeran tokoh Aisyah di dalam film tersebut, Erpinlah yang pertma kali memangilnya dengan sebutan Aisyah, sebutan yang tidak lain adalah merupakan sebuah ejekan bagi Radya dan kami pun turut serta dalam pengejekan tersebut hingga kini karena. Meskipun terkadang Radya sempat jengkel dengan sebutan itu karena merasa dirinya bukanlah Gadis mesir :D namun lama kelamaan kebal juga di telinga Radya dan menjadi akrab di telinga kami. Erpin memang anak yang paling suka Iseng dan jahil di sekolah dan yang sering menjadi korban kejahilannya adala Aisyah alias Radya Bin Gadis Baboo. ^_^ unik kan nama’nya?? selain Radya yang sering di gangguin Erpin masih ada lagi teman kami yang menjadi korban ke isengan Si Bulat Erpin. Yaitu Nani Iwayan… masih teringat jelas Nani sang Gadis Bali. Nani anaknya agak sedikit tertutup dengan kami, tidk seprti teman-teman yang lainnya penuh dengan suka cita dan kegembiraan. Nani anaknya rada-rada Cuek dan jarang bergaul dengan teman-tema berbeda dengan Radya meskipun sering di ejek tapi Dia tetap senang bermain dengan kami. Tapi sebaliknya dengan Nani, anaknya gampang tersinggung makanya kalau lagi sedang ngumpul-ngumpul lalu pas ada dirinya sebaiknya harus hati-hati dalam berkata meski sebenarnya bukan maksud menceritakan dirinya. Sebenarnya Nani kalau di perhatikan dia termasuk gadis yang sanga cantik Cuma karna dia jarang tersenyum saja makanya Anak-anak di kelas suka bilang Dia ‘muka tembok’. namun walaupun Nani orangnya seperti itu tetapi kami tetap sayang sama Dia ^_^
Sebenarnya masih banyak teman yang belum ku ceritakan secara menyeluruh… masih ada sekitar 9 orang (diriku tdk termasuk) diantaranya ada Ria Fajri, Dian, Lela Reza, Nurlyn, Iriyani, Firih Ruaidad, Salma Bugis, & Afrida fitriani. 18 penghuni yang pada tanggal 23 juni 2010 telah menyusuri masa depan dan senantiasa akan meraih Cita dan Cinta. Masing-masing dari kami telah berpencar demi merajut impian. Abuhari yang sekarang melanjutkan Studinya di kota Daeng (Makassar), Radya Imut sama halnya dengan Abu namun Radya agak sdikit jauh terdamparnya di Medan (Sumatra), Erpin meskipun tetap di Sorong namun kami jarang bertemu. Erpin & nurlyn kompak melanjukan studi UNAMIN SORONG,lain halnya dengan Ria yang saat ini di AKPER SORONG Ria calon Bidan sedangkan Dian dan Fitrih calon guru Agama mereka berdua melanjutkan studi di STAIN SORONGeka, Alif & kamaruddin hanya mereka berdua yang tidak berkuliah mereka lebih memilih untuk bekerja membantu perekonomian keluarga


Sabtu, 2 April 20011


Alif, Abuhri, Erpin, Komaruddin, Afrida, Radiya, Nani, Dyan, Lyn, Ria, Lela, Eka, Fadlia, Fitrih, Amelia, Iriani, Salma.

Kangenn kaliaan semuaa oooo' ^_^

4 komentar:

  1. baru,,,,, MEGA PELANGI lanjut d manaaaaaa?????? STKIP yaaaaa?? hahahha

    BalasHapus
  2. :D Hhhh...
    lanjuutt d Kampuss biru yng sangat Cetar membahana badai.

    BalasHapus
  3. wkwkwkwkwwwwww,,,,,, sedikit menipu,,hehehee,, padahaaall mau bilanga kampus (disensor) hahah

    BalasHapus
  4. Ahhh ko diam2 ajaa... kw ktua BEM lg br,,, wkwkwkwk perbaiki kampussmu ituu :P

    BalasHapus